Survey Identifikasi Lahan

K egiatan survey identifikasi lahan merupakan agenda kunjungan lapang yang dilakukan oleh petugas pertanian untuk mengidentifikasi lahan sec...

Vertikultur - Cara Tanam Bertingkat - Pemanfaatan Lahan Pekarangan di Perkotaan

Kalau kita mau berusaha…tidak ada yang tidak mungkin !

Kalau kemarin Netter Goela Goela telah membaca dalam update saya yang bercerita tentang “Menanam Sayur Dengan Vertikultur” ala Bapak Kasino yang seorang pensiunan salah satu perusahaan telekomunikasi, maka untuk langkah aplikatif permulaan, berikut ini dapat saya sedikit tuliskan :

Sayuran dalam Sistem Vertikultur
Sebenarnya apa itu “Vertikultur”? 
Dalam bahasa aslinya yakni Bahasa Inggris, arti "verticulture" gabungan dari dua suku kata, vertical dan culture. Secara umum memberikan pengertian vertikultur adalah budidaya tanaman dengan cara bertingkat atau bersusun, memanfaatkan ruang ke arah atas. 
 
Tujuan dari sistem ini tentu saja menghemat ruang dengan kemudahan beberapa variasi tanaman.
Pengembangannya dapat dilakukan di lahan pekarangan rumah, dan tidak memerlukan tempat yang relatif luas. Sistem ini sangat cocok dikembangkan diwilayah perkotaan yang rata-rata penduduknya hanya memiliki luasan sisa lahan perumahan yang sempit. Asal syarat utama dari kehidupan tanaman adalah sinar matahari tercukupi, hal tersebut bukan menjadikan halangan untuk mencoba…satu hal lagi yang penting, sistem penanaman vertikultur ini sangat fleksibel penempatannya, selain mudah dan relatif murah (dibandingkan sistem tanam konvensional pada tanah) juga dianggap ramah lingkungan.


Model Rak Sederhana
Bahan yang dapat digunakan dengan sistem penanaman vertikultur ini pun sangat fleksibel, tergantung dari skala budidayanya, kali ini saya lebih berfokus pada pemanfaatan lahan perumahan di-perkotaan, maka bekas wadah makanan dari plastik, ataupun bekas kaleng cat pun dapat digunakan sebagai pot, dan rangka untuk rak-nya tidak perlu dari besi las, cukup memanfaatkan kayu dan bahan sisa bangunan yang masih baik dan kuat pun bisa, intinya sebelum membeli saya sarankan melihat sekeliling kita untuk dimanfaatkan yang akhirnya dapat menekan biaya. 

Namun untuk masalah estetika rangka dan pot dari bahan bekas ini saya serahkan pada masing-masing selera Netter Goela Goela sendiri bagaimana memolesnya menjadi seni tersendiri. 
 
Model Rangka Rak Sistem Vertikultur

Tentu saja tidak menutup kemungkinan bagi para hobiis tanaman untuk membuat sistem vertikultur ini lebih ber-estetik dan efiesien, dengan pembuatan rangka dari besi dan wadah media tanam lebih dari sekedar polyback…pot berukir mungkin ? dengan konsekuensi biaya yang lebih mahal….ini juga bagus !!!



Harapan saya, para Netter Goela Goela yang ingin mencoba sistem ini tidak berfikir “ini sistem mahal”…jangan !!! saya usahakan dalam update permulaan ini se-aplikatif mungkin, jadi intinya ada kemauan  untuk berusaha,  pasti bisa….OK!

Karena pada dasarnya sistem ini merupakan cara bertanam, maka cara yang diterapkan pun tidak berbeda jauh dengan penanaman konvensional (menanam horizontal) pada bidang tanah. Namun yang patut diperhatikan adalah segala sesuatu yang disesuaikan dengan sifat tanaman yang akan dibudidayakan, misalnya:

1. Pemilihan lokasi tanam,
    dalam hal ini memerlukan banyak sinar matahari atau sebaliknya, ini didukung
    dengan kemudahan dalam fleksibilitas pemilihan tempat dari sistem ini.

2. Komposisi media tanam,
     antara pasir, tanah, kerikil dan humus/pupuk kandang.

3. Perawatan tanaman,
     secara umum adalah penyiraman, pemupukan, penyulaman jika diperlukan. 

Nah karena ini ditanam secara vertikultur, maka intensitas kepadatan tanaman biasanya rapat, semisal satu meter persegi mungkin hanya bisa menampung 3 sampai dengan 5 tanaman dengan sistem vertikultur ini lahan seluas itu bisa menampung sampai lebih dari 15 tanaman. Oleh sebab itu serangan hama penyakit sangat rentan. Untuk tanaman sayuran dan buah, penanganan hama penyakit ini sangat dianjurkan tidak memakai jenis pestisida maupun fungisida kimia, tujuannya hanya satu “Go Organik”…dengan begitu akan dihasilkan nantinya tanaman yang sehat dan layak konsumsi.
Sayuran Semusim

Sistem vertikultur ini sudah terbukti sukses untuk budidaya tanaman semusim, berumur pendek, seperti sayuran. Saya sudah pernah mencoba dan sukses tumbuh dengan baik untuk sawi dan kangkung…tidak menutup kemungkinan sayuran lainnya macam selederi, sawi caisim, selada, dan bayam juga bisa tumbuh baik dengan sistem ini. Tanaman hias yang pernah saya coba dan sudah sangat berkembang banyak sampai saat ini adalah jenis rumput loreng, dan lidah mertua.

Omong-omong mertua…saya jadi teringat sistem vertikultur bergantung di plafon…(Lhooo apa hubungannya mertua dengan vertikultur bergantung...di plafon lagi....???)
Ya... ada pokoknya... hehehehe...
Ok lah…nanti saya sambung lagi, kebetulan saya nulis ini sudah larut malem sekali…InsyaAllah, dalam waktu yang tidak lama, nanti saya coba kasih hitungan buat sistem vertikultur secara lebih detail…semoga Alloh sentiasa memberi saya semangat untuk menulis… Trims semua Netter Goela Goela…Jangan lupa kunjungi blog saya… See You Soon!!!

Pertanian Masa Depan

Sayuran Organik
Halo Netter GoelaGoela jumpa lagi dengan saya, beberapa saat yang lalu saya telah membahas tentang Vertikultur, Hidroponik dan beberapa konsep tentang “Go Organic” terkait dengan itu lah yang menjadikan bahan konsep pemikiran saya, ditambah lagi beberapa kejadian yang saya alami sendiri, lho dulu-dulu juga tidak mikir masalah ini…Begini ceritanya…

Sayur dan Buah dalam Mall
Tempoh tak lama ini saya iseng jalan-jalan sama keluarga ke Mall, ada beberpa items yang kami lihat, tapi ada hal yang saya suka…ternyata sayuran organik sudah banyak sekali dijual dalam kemasan yang sudah representatif, pertumbuhan usaha sayuran organik sangat cepat dengan berkembangnya jenis sayuran yang dijual, tidak hanya sebatas sawi dan selada saja namun juga sudah ada sayur macam cabai organic, tomat organic. Jadi mungkin saja disini dapat dilihat bahwa konsep “Go Organic” sudah terlihat hasilnya.

Tapi lain Sayuran Organik lain pula kondisi agribisnis kita untuk komoditi buah, saya heran, kenapa buah terutama dari China dengan Jeruk Ponkam-nya, Jepang dengan Apel Fuji-nya dan Australia terdapat banyak dijual disini ? Ya di Mall besar sampai pedagang buah yang mangkal didepan gang... Mungkin banyak hal yang selama ini terlewatkan dari perhatian kita, Nah dulu-dulu saya juga tidak pernah mikir sejauh ini…kata guru SD kita, bangsa ini “Negeri yang sangat subur” tapi masak buah saja kita tidak dapat mencukupi kebutuhan sendiri ? Lantas kemana larinya buah lokal ?

Buah Apel Import

Dari beberapa kejadian yang saya alami diatas, rasanya saya perlu untuk sedikit “meluruskan” dalam artian secara informatif apa yang seharusnya bangsa ini dapat lakukan. Ya mungkin saya bisa cuma menulis, tapi besar harapan saya untuk membawa kemajuan dunia pertanian kita.

Buah Jeruk Import
Selain menjaring info yang saya anggap bisa dilakukan (aplikatif), saya juga menulis, apa yang telah saya coba, jadi nantinya tulisan dalam blog saya ini akan bersifat aplikatif, namun demikian kita juga jangan sampai ketinggalan informasi lainnya.
Informasi harus berimbang, janganlah kita selalu berfikir hanya untung apalagi secara material saja, tanpa berusaha untuk menggapainya…Omong kosong saja !!!
Kita perlu tindakan nyata, tapi tindakan tanpa konsep jelas, akan seperti mendayung ditengah samudra luas tanpa tahu arah...pasti sangat capek dan sia-sia.

Ok, ketemu lagi dengan update saya yang terbaru...untuk Pertanian Masa Depan.
Terimakasih atas kunjungan para Netter GoelaGoela dimanapun berada… See You Soon!