Survey Identifikasi Lahan

K egiatan survey identifikasi lahan merupakan agenda kunjungan lapang yang dilakukan oleh petugas pertanian untuk mengidentifikasi lahan sec...

Mengapa Beras Organik Lebih Awet ?

"Bila berfikir untung terus, tentu akan ada yang di-korban-kan..."
Beras
Beberapa hari yang lalu... saya punya nyonya agak terkejut...  kenapa beras yang baru kami beli  dan masih dalam hitungan minggu dengan merk bungkus yang sama seperti sebelumnya, mutunya jelek... bagaimana tidak? baru pagi hari masuk Rice Cooker dan jadi nasi...disantap (masih belum gejala...) eh sorenya sudah apek bau-nya dan tengik rasa nasinya... Baaaah !!!
Dengan segala metode ritual sebelum menanak nasi, mulai dari merendam, mencuci bersih dengan air sampai lima kali ulangan (biasanya dua sampai tiga kali aja), nambah air untuk mematangkan... tetep saja bau apek, rasa tengik masih ada, ditambah teksturnya seperti bubur (karena kebanyakan air mungkin?)... ahhh... mau makan enak saja kok repot... Duh nasi lagi...

Akhirnya saya timbul pemikiran, ini mungkin mutu gabah atau berasnya...apa yang salah?

Gabah
Coba-coba beralih kami beli beras organik (ini pun termakan promo teman kantor, hehehe..) lho kok aneh, dengan cara penanganan ritual biasa sebelum menanak nasi... dan masuk Rice Cooker pada paginya... nasi disantap... sorenya... aman, no bau apek and no rasa tengik... plus teksturnya ngga lembek...    It's work !!! but... what's happen and why ya ??? Wah wah... 

Google !!! apa yang dia bisa jawab untuk pertanyaan saya ???
Teman kantor... mungkin ada promo beras organik murah ???
Teman owner warung... mungkin ada trik khusus supaya nasi ngga bau apek dan rasa tengik ???

Cukuplah info yang saya dapat... silahkan sobat Netter GoelaGoela langsung saja ke TKP untuk ngecek hasil investigasi saya dibawah ini...

Ternyata...
Beras Organik dalam Kemasan
Kandungan protein beras organik lebih rendah daripada beras non-organik, sebab dalam pemrosesan beras organik dilakukan “pemutihan” atau penyosohan secara bertingkat, sayangnya saya ngga tahu sampai berapa tingkatannya, proses inipun dapat dilakukan pada beras non-organik. Proses penyosohan inilah yang menghilangkan kulit ari beras yang kaya vitamin, mineral dan lemak termasuk anti oksidan orezanol yang dibutuhkan oleh tubuh.

Tren Pasarnya...
Pasar Los Beras
Beras dengan protein tinggi mempunyai tekstur lebih keras dan liat, dan beras dengan kadar protein rendah berasosiasi dengan rasa yang lebih enak.
  
"Tujuan dari proses penyosohan ini adalah membuang bahan-bahan yang sebetulnya berguna bagi kesehatan tubuh manusia, karena bahan-bahan inilah yang mudah teroksidasi menjadikan beras apek, tengik dan berubah warna." (Majalah Trubus No. 481 Desember 2009/XL)


Mesin Penggilingan Padi
Jadi proses penyosohan sendiri sebenarnya adalah memenuhi tren permintaan pasar, dengan menghilangkan beberapa bahan-bahan yang sebenarnya penting bagi kesehatan tubuh manusia, namun secara umum bahwa produk organik ini aman untuk dikonsumsi... 
Dengan demikian beras akan awet disimpan. 

Setuju dan ingin mencoba?
Saya jadi bisa merasakan walau lamat-lamat, bahwa masyarakat sebagai konsumen sudah banyak tuntutannya (mungkin termasuk saya juga), sampai beras pun ikut apa kata pasar... dan rupanya beberapa petani dan pengusaha penggilingan padi sudah mulai melihat peluang bisnis dengan mengikuti tren pasar ini. 
Mungkin karena biaya produksi untuk proses penyosohan bertingkat ini mahal bila dilakukan pada beras non-organik, tidak BEP dengan harga jual... makanya mereka mulai memilih grade produk... ada beda perlakuan antara beras non-organik, beras organik dan beras oplosan (0,5 Organik : 0,5 non-organik). 

Kualitas Beras
Seneng juga saya bisa tahu sendiri, bila mulai masyarakat, petani dan pengusaha yang bergerak di-sektor yang cukup strategis ini sudah mulai ber-"Agribisnis"... 

Tapi... yang mengganjal bagi saya juga, bahwa tren pasar tidak sepenuhnya baik... setidaknya dari segi kemanfaatan utama dari beras itu sendiri... selain enak dilidah kita, tapi juga bermanfaat maksimal bagi kesehatan... 

"Kenapa harus bahan-bahan pentingnya dihilangkan 
demi mengejar tren pasar semata ???
Adakah cara lain ???"

Ok... dapat jawaban awal satu masalah, tapi timbul satu masalah baru atas jawaban awal tadi... By the way, HDRAM saya sudah berat... enought for a moment... dari saya untuk sharing dengan sobat Netter GoelaGoela...

Tetaplah bersama kami, Kabar Online Goela Goela melaporkan untuk sobat Netter GoelaGoela dimanapun berada...





Sekilas Padi Organik

"Sebuah Keberhasilan akan dapat terwujud, apabila dapat Me-realita-kan
Sebuah Konsep dengan Usaha dan Do'a"  

...andai saja hari ini saya tidak pergi ke warung...
mungkin saja tulisan ini tidak segera ter-realisasi-kan...

Halo sobat Netter GoelaGoela dimanapun berada, saya hari ini ingin memberikan sedikit ilmu yang terjaring otak saya, gara-gara omongan kecil di warung kopi. 
Kadang saya atau mungkin sobat Netter GoelaGoela tidak terlalu peduli dengan beras yang kita makan tiap hari... "ya tahunya beras, jadi nasi titik!", padahal ini boleh dibilang menempuh jalan panjang... tapi sudahlah, nanti saya jadi bercerita... intinya, saya ingin berbagi info tentang "Padi Organik", "SRI" dan beberapa ulasan yang mungkin berguna untuk sobat Netter GoelaGoela semua.  
Silahken saja sobat Netter GoelaGoela menyimak yang dibawah ini... 


Definisi Padi Organik

Hasil pengolahan padi yang dibudidayakan secara organik dengan memperhatikan :
  1. Benih
  2. Lahan
  3. Air
  4. dan sarana prasarana organik non-kimiawi
  5. Filterisasi air dari sawah non-organik
Penekanan dari sistem pertanian organik adalah pada proses budidaya dan bukan hanya pada hasil akhirnya saja.

Produktivitas Padi Organik

Produktivitas Padi Organik
Produktivitas Padi Organik sangat luar biasa, terutama pada tahun ke-4, yakni sekitar kurang lebih 10 Ton/ Ha , jauh lebih tinggi hampir dua kali lipat bila dibandingkan dengan rata-rata produktivitas padi sawah di Indonesia yang hanya 5 Ton/ Ha.

Keuntungan dari kenaikan Produktivitas Sistem Pertanian Organik :
Akar Bibit Organik


  • Perbaikan sifat fisika, kimia, dan biologi tanah 
  • Akar padi tumbuh lebih bagus, lurus, panjang kurang lebih 20 cm atau dua kali lebih panjang akar padi non-organik 
  • Dampak penyerapan unsur hara optimal 
  • Penerapan System of Rice Intensification (SRI) Organik 

Tanam Padi dengan SRI
”Kendala yang sangat umum terjadi pada penerapan SRI-Organik pada masyarakat petani di Indonesia adalah ”Mengubah kebiasaan dan budaya penggunaan pestisida kimiawi ke nabati”.












Dari Gabah ke Beras Organik

Gabah Organik
Pembelian dimulai sejak Gabah Kering Panen (GKP) dari petani, hal ini untuk mencegah pengoplosan padi organik dengan padi non-organik. Dari GKP diolah oleh produsen menjadi Gabah Kering Giling (GKG), dalam pengolahan ini berat gabah akan susut sekitar 20%. 

Tahap selanjutnya adalah pengolahan dari GKG menjadi beras organik dengan rendemen 30%. Perbandingannya untuk 1 kilogram beras organik, membutuhkan 3 kilogram Gabah Kering Giling (GKG).

Pasar
Pemain dalam pasar beras organik masih sedikit (2009) sedangkan permintaan domestic dan ekspor masih sangat tinggi. Secara nasional luas lahan yang digunakan untuk budidaya padi organik masih 5% dari total luas lahan 12,6 juta Ha atau sekitar 630.000 Ha. Harga beras organik dibandingkan dengan beras non-organik lebih tinggi Rp.1.000,- sampai Rp.2.000,-.

Beras Organik
Sedangkan biaya produksi beras organik dibandingkan dengan beras non-organik lebih rendah yaitu Rp. 1.400/kg untuk beras organik dan Rp. 1.700/kr untuk beras non-organik.
Produktivitas padi dengan sistem organik ini akan melonjak pada tahun ke – 4 seiring dengan perbaikan sifat unsur hara tanah


Nah bagaimana... sudah dikit tahukan perjalanan dari padi sampai jadi beras...??? tinggal beli aja tuh beras organik, trus dimasukin rice cooker, jadi nasi organik...
Paling tidak sobat Netter GoelaGoela semua pada tahu, ngga hanya makan saja...tapi juga perhatiin kesehatan, bukan promo juga sih, tapi kalo kita makan dari bahan yang awalnya baik, setidaknya tubuh kita akan jauh lebih sehat. 
Beras Organik ini mungkin salah satu solusinya, ya emang ga ngangkat diongkos juga,  harganya emang lebih mahal... dikit... tapi kesehatan... penting juga kan?


Ya wis... saya serahken semua dengen selera masing-masing saja, mau makan beras biasa atau organik yang penting dimasak dengan betul dan pastinya kita patut mendukung dengan perkembangan gerakan "Go Organic"...  dan semua yang berbau "Back To Nature". 

See You Soon...

Sumber : diolah dari berbagai sumber